MUQADDIMAH
Dengan menyebut asma
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat sehat, dan
juga kesempatan kepada kita semua sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah
dengan baik tanpa halangan sedikitpun. Dan tak akan terlupa pula salam kepada qudwah
kita, seorang hamba dan penuntun terbaik
yaitu Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam, semoga shalawat selalu
tercurah atas beliau, keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau serta orang-orang
yang mengikuti beliau hingga yaumul akhir.
Kita hidup di dunia ini
sebagai seorang musafir. Betapa seringnya kita melakukan sebuah
perjalanan pendek maupun panjang, namun betapa sering pula kita melupakan hal
terpenting dalam perjalanan tersebut. Dari realita yang ada inilah makalah ini
terselesaikan, mengupas hal terpenting dalam safar yang sering terlupakan, “Adab-Adab
Safar dalam Islam”.
Semoga dengan terselesaikannya
makalah ini bermanfaat dan dapat menambah keilmuan kita serta memudahkan
perjalanan (safar) kita sebagai seorang musafir.
A. DEFINISI SAFAR
Dalam kamus bahasa arab
السفر adalah
jama’ dari kata سافر yang
memiliki arti: perjalanan. Menurut bahasa, kata السفر itu berarti penempuhan jarak, sedangkan
menurut syari’at, السفر adalah
keluar untuk melakukan perjalanan selama tiga hari tiga malam atau lebih dengan
menaiki unta atau berjalan kaki[1].