Adab Dan Akhlak Menuntut
Ilmu
Muqadimmah
Bismillahirohmannirohim, segala
puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada
kepada’Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan
kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak
ada yang menyesatkan’nya aku bersaksi bahwasanya tidak ada Illah yang berhak
disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi’Nya, dan aku bersaksi
bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam adalah hamba dan
rasulnya.
Rasullulah shallallaahu
alaihi wa sallam bersabda, ”menuntut ilmu
itu wajib atas setiap muslim.”1 Imam al’qurthubi(wafat th.671 H) Rahimahullah
menjelaskan bahwa hukum menuntut imu terbagi 2:
Pertama, hukumnya wajib; seperti menuntut ilmu tentang
shalat, zakat, dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan
bahwa menuntut ilmu itu hukumnya (wajib).
Kedua, hukumnya fardhu
kifayah; seperti menuntut ilmu tentang pembagian berbagi hak, tentang
pelaksanaan hukum hadd (cambuk, potong tangan, dan lainnya) sebab, tidak
mungkin semua orang dapat mempelajarinya, dan apabila diwajibkan setiap orang, tidak
akan mungkin semua orang bisa melakukannya, atau bahkan mungkin dapat
menghambat jalan hidup mereka. Karena’nya hanya beberapa orang tertentu sajalah
yang diberikan kemudahan oleh Allah dengan rahmat dan hikmah’Nya.
Ketahuilah, menuntut ilmu
adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tinggi yang
tidak sebanding dengan amal apapun.
Laki-laki dan wanita
diwajibkan menuntut ilmu yang bersumber dari Al’Qur’an dan As-Sunnah karena
dengan ilmu yang dipelajari, mereka akan dapat mengerjakan amal-amal shalih, yang
akan mengantarkan mereka ke surga.
Kewajiban menuntut ilmu ini
mencakup seluruh individu muslim dan muslimah, baik dia sebagai orang tua, anak,
pedagang, karyawan, dosen, doktor, profesor, dan lainya. Yaitu mereka wajib
mengetahui ilmu yang berkaitan dengan muamallah mereka dengan Rabb’nya baik
tentang tauhid, rukun islam, akhlak, adab dan muamallah dengan makhluk
Makalah yang ada dihaddapan
pembaca merupakan makalah berjudul ” ADAB DAN AKHLAK PENUNTUT ILMU.” Dan
didalam’nya dijelaskan tentang keutamaan mempelajari adab-adab dalam menuntut
ilmu serta beberapa adab-adab islam yang seharusnya terdapat pada para penuntut
ilmu. Disini dijelaskan masalah adab-adab menuntut ilmu ini masalah sangatlah
penting. sebab, banyak dari penuntut ilmu yang lupa atau tidak menaruh
perhatian sama sekali tentang masalah ini sehingga ia menjadi seorang penuntut
ilmu yang kaku, kasar, tidak punya adab, bahkan bersikap kurang ajar kepada
orang tua dan guru dan ustadz’nya yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat
kepadanya.Wallahul Musta’aan.
Mudah-mudahan amal ini
diterima oleh Allah Subhanallah wa ta’aala dan menjadi timbangan amal kebaikan
penulis pada hari kiamat. Dan mudah-mudahan dengan kita menuntut ilmu syar’i
dan mengamalkannya, Allah Azza wa jalla akan memudahkan jalan kita untuk
memasuki surga’nya. Aammin.
Semoga shalawat dan salam
senantiasa dilimpahkan kepada rasullulah shallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarga
dan para sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan
kebaikan hingga hari kiamat.
Definisi Ilmu,Keutamaan Dan Hukum
Mencarinya
Pembahasan Pertama:
Definisi Ilmu Al’ilmu ( Ilmu)
Secara bahasa,
Al-Ilmu adalah lawan dari Al’jahl (kebodohan), yaitu mengetahui sesuatu dengan
keadaan yang sebenarnya dengan pengetahuan pasti.
Secara istilah,
dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa ilmu adalah ma’rifah (pengetahuan) sebagian
lawan dari al’jahl (ketidakahuan). Menurut ilama lainnya, ilmu itu lebih jelas
dari apa yang diketahui.
Adapun ilmu yang dimaksud
adalah ilmu syar’i artinya ilmu yang diturunkan Allah kepada rasul-nya berupa
keterangan dan petunjuk. Maka ilmu yang terkandung didalamnya terkandung pujian
dan sanjungan adalah ilmu wahyu, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah saja.
Nabi shallaahu alaihi wa sallam bersabda: “
barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah,maka dia akan menjadikannya
faham tentang agamanya.”
Para ulama terdahulu selalu
mengajarkan anak-ank mereka mempelajari adab terlebih dahulu sebelum menuntut
ilmu.
Telah berkata imam sufyan
ats-tsauri (wafat th.161 H) rahimahullah mengatakan, ”aku akan mempelajari adab
selama 30 tahun kemudian aku menuntut ilmu selama 20 tahun.mereka mempelajari
adab sebelum belajar ilmu,” beliau juga mengatakan,” adab itu 2/3 ilmu.”
Imam muhammadbin sirin (
wafat th.110 H) rahimahullah berkata, ”mereka ( salafush shalih) mempelajari
petunjuk nabi (tentang adab) sebagaiman mereka belajar ilmu.”
Banyak ulama yang
menerangkan bahwa ( hukum) mempelajari teknologi termasuk fardhu kifayah, hal
itu disebabkan karena manusia paasti mempunyai peralatan memasak, minum dan
selainnya yang bermanfaat bagi mereka.
Hadist
Yang Berkaitan Dengan Adab Menuntut Ilmu
Rasullulah shallaahu alaihi
wa salam bersabda “ barangsiapa yang
menuntut ilmu syar’i semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan
ikhlas, namun ia melakukan melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak
akan mendapatkan harumnya aroma surga pada hari kiamat. Bahkan orang yang menuntut ilmu bukan karena
mengharap wajah Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan dalam neraka
untuknya.”
Dalam sebuah hadist yang
SHAHIH Rasullulah Shallalahu Alaihi Wa Sallam bersabda ”sesungguhnya orang yang
pertama kali diputuskan perkarannya pada hari kiamat adalah sampai sabda beliau
dan seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkanya serta membaca Al-Qur’an, ia
dihaadpkan dan diberitahukan nikmat-nikmat Allah kepadanya dan ia mengakuinya,
lalu ditanyakan kepadanya, ’apa yang kau lakukan padanya?’ ia menjawab, ’aku
menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al qur’an karena-Mu, Allah taala
berfirman: “engkau dusta! Akan tetapi
engkau mempelajarinya agar orang disebut orang yang berilmu, dan engkau membaca
al qur’an agar dikatakan sebagai qari’ dan hal itu sudah kau dapatkan.’kemudian
wajahnya diseret hinnga masukkan kedalam neraka…”
’’Apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak
berilmu?hanyalah orang yang berakal yang bisa mengambil pelajaran.” (Q.S.AZ-ZUMAR;9) tidak sama yang berilmu dengan orang
yang tidak berilmu sebagaimana tidak sama orang yang hidup dengan orang mati, orang
yang mendengar dengan orang yang tuli, dan orang yang melihat dengan orang yang
buta. Ilmu adalah cahaya yang bisa dijadikan petunjuk oleh manusia sehingga
mereka bisa keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang. Ilmu menjadi sebab
diangkatnya derajat orang-orang yang yang dikehendaki oleh Allah dari kalangan
hamba’nya, “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….’(Q.S
AL-mujadilah:11)
Diantara keutamaan ilmu yang terpenting adalah sebagai berikut :
1.
Ilmu adalah warisan para nabi
2.
Ilmu itu abadi,sedangkan harta adalah fana (akan sirna)
3.
Pemilik ilmu tidak merasa lelah dalam menjaga ilmu
4.
Dengan ilmu , manusia dapat menjadi para saksi atas kebenaran
5.
Ahli ilmu termasuk salah seorang dari dua golongan ulul amri yang wajib
ditaati
6.
Ahli ilmu adalah orang yang melaksanakan perintah Allah ta’ala sampai
hari kiamat
7.
Rasullulah SAW tidak pernah mendorong seseorang agar iri kepada orang
lain atas suatu nikmat yang telah Allah karuniakan kecuali (atas) dua macam
nikmat :
Pertama, mencari ilmu dan mengamalkanya.
Kedua, pedagang yang menjadikan hartanya sebagai alat
untuk memperjuangkan islam.
Dari abdullah bin
mas’ud radiallahu’anhu, ia berkata,
rasulullah SAW bersabda: “tidak boleh iri kecuali dalam 2 hal; seseorang diberi
harta oleh Allah lalu dia habiskan hartanya itu untuk membela kebenaran, dan
seorang yang diberi ilmu oleh Allah lalu ia mengamalkan dan mengajarkan.’’ (al-bukhari)
8.
Ilmu adalah jalan menuju surga , sebagaiman yang ditunjukan oleh hadist
abu hurairah radiollahhu’anhu bahwa nabi SAW bersabda: “dan barangsiapa yang
meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan
kesurga.’ (HR.MUSLIM)
9.
Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya
faham tentang agamanya ‘bagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadist dari
mu’awiyah rodiallahu’anhu.” Rasullulah SAW bersabda “barang siapa yang
dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan faham tentang agama’nya.” (
telah disebutkan takhrijnya)
10. Orang yang berilmu adalah cahaya yang menerangi
manusia dalam urusan agama dan dunia mereka
11. Sesungguhnya Allah akan mengangkat derjat ahli ilmu di
akhirat dan juga dunia. “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman
diantara kamu dan orang=orang yang berilmu beberapa derjat.” (QS. AL
–MUJAADILAH:11)
Adab – Adab Yang
Harus Dilakukan Oleh Penuntut Ilmu
1.
Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, dalam menuntut ilmu kita harus
ikhlas karena Allah ta’ala, mencari ilmu untuk mendapatkan wajah Allah dan
negeri akhirat.
2.
Menghilangkan kebodohan dari dirinya dan diri orang lain.
3.
Hikmah (bijaksana)
4.
Seorang penuntut ilmu harus sabar dalam belajar dan bersungguh-sungguh
dalam menuntut ilmu dan rindu mendapatkannya
5.
Memohon kepada Allah mendapatkan ilmu yang bermanfaat
6.
Menjaukan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah AZZA
WA JALLA.
7.
Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu terhadap menuntut ilmu
8.
Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh, atau
guru
9.
Diam ketika pelajaran disampaikan
10. Berusaha memahami ilmu syar’I yang disampaikan
11. Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan
12. Mengikat ilmu dengan tulisan
13. Mengamalkan ilmu syar’I yang telah dipelajari
14. Mendakwahkan ilmu.
Hal Yang
Menghalangi Tercapainya Ilmu Dan
Beberapa Kesalah Yang Wajib Dijauhi
1.
Hasad (dengki/iri) artinya membenci datangnya nikmat Allah kepada orang
lain dengki akan mengurangi pahala seseorang dalam mencari ilmu, memperlemah
hafalannya, dan mengurangi konsentrasinya dalam menghadiri dan memahami ilmu.
2.
Berfatwa tanpa ilmu
3.
Kibr (sombong) seorang thalibul
ilmu ( pencari ilmu) harus tunduk kepada kebenaran, harus taslim ( menerima), tidak
boleh sekali-kali menolak kebenaran
dengan rayu’nya, hawa nafsunya, atau lainya. Apabila disampaikan
Al’qur’an dan Sunnah, orang yang sombong tidak akan masuk surga.
4.
Fanatik terhadap madzhab dan pendapat, penuntut ilmu harus menghindari
sikap berkelompok dan bergolongan-golongan dimana ia mengikuti loyalitas (kecintaan)
kepada kelompok tertentu atau golongan
tertentu.
5.
Merasa mampu (‘alim) sebelum layak ( berlagak sok alim), merasa dirinya
sudah menguasai ilmu syar’I lalu berani ceramah, mengajar, berdakwah, tabligh,
dan lainnya (pada hakekatnya mereka adalah da’I gadungan).
6.
Buruk sangka
7.
Bertengkar dan debat kusir masalah syari’at karena itu adalah cara-cara
ahlul bid’ah pelakunya tidak mempunyai pendapat yang tetap setiap harinya punya
pendapat terbaru.
8.
Penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usaha untuk memperoleh dan
mengamalkan ilmu. FUTUR yaitu rasa malas, enggan, lamban, dan tidak semangat
padahal sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.
Kesimpulan
Menuntut ilmu agama
merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim. Sebab bagaimana mungkin seseorang
dapat melaksanakan kewajiban agamanya jika tidak dilandasi dengan pengetahuan
tentangnya. Beraqidah benar, shalat dan puasa tidak dapat dilakukannya sesuai
kehendak allah azza wa jalla jika tidak dia pelajari tata caranya. seorang
penuntut ilmu harus mempunyai adab-adab dalam menuntut ilmu, serta beberapa
aadab-adab islam yang seharusnya terdapat pada para penuntut ilmu.
Masalah ini sangat penting.
sebab, banyak dari penuntut ilmu yang lupa atau tidak menaruh perhatian sama
sekali tentang masalah ini.
Penutup
Sebagai penututp, kembali
menasehatkan bahwa seorang penutut ilmu harus senantiasa bertaqwa kwpada allah
swt. Dimanapun ia berada, melaksanakan perintah-perintah alllah ta’ala dan
menjauhi larangan-larangan allah ta’ala dan rosulnya, dan juga harus selalu
merasa di awasi oleh Allah swt. Demikianlah adab-adab dan beberapa hal yang wajib
diketahui oleh setiap penuntut ilmu, semoga bermanfaat bagi penulis dan kaum
muslimin. Apabila ada kebaikan di dalam makalah ini, itu semata-ata karena
taufik dan pertolongan allah ta’ala dan apabila ada kesalahan, maka datangnya
dari kekurangan kami dan dari syaitan. Akhirnya kami berharap smga mkalah ini
diterima disisi Allah ta’ala sebagai amal shaleh. Shalawat dan salam semoga
dilimpahkan kepada Rasulullah saw. kepada keluarga, para sahabat, dan
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Daftar Pustaka
1.
Al- Qur’an dan terjemahnya
2.
Kitabul’ilmi syarah hilyah thaalibil’ilmi Syaikh Muhammad Bin Shalih
Al-Utsaimin
3.
Adab dan akhlak menuntut ilmu, Yazid
Bin Abdul Qadir Al-Jawas. Cetakan ke 3, pustaka at-taqwa
4.
Panduan lengkap menuntut ilmu, Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin. Cet.1,
pustaka ibnul katsir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar