Jumat, 16 Oktober 2015

Adab Menuntut Ilmu


Adab Dan Akhlak Menuntut Ilmu

Muqadimmah

Bismillahirohmannirohim, segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada kepada’Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang menyesatkan’nya aku bersaksi bahwasanya tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi’Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam adalah hamba dan rasulnya.

Rasullulah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, ”menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”1 Imam al’qurthubi(wafat th.671 H) Rahimahullah menjelaskan bahwa hukum menuntut imu terbagi 2:

Pertama,  hukumnya wajib; seperti menuntut ilmu tentang shalat, zakat, dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya (wajib).

Kedua, hukumnya fardhu kifayah; seperti menuntut ilmu tentang pembagian berbagi hak, tentang pelaksanaan hukum hadd (cambuk, potong tangan, dan lainnya) sebab, tidak mungkin semua orang dapat mempelajarinya, dan apabila diwajibkan setiap orang, tidak akan mungkin semua orang bisa melakukannya, atau bahkan mungkin dapat menghambat jalan hidup mereka. Karena’nya hanya beberapa orang tertentu sajalah yang diberikan kemudahan oleh Allah dengan rahmat dan hikmah’Nya.

 

Ketahuilah, menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tinggi yang tidak sebanding dengan amal apapun.

Laki-laki dan wanita diwajibkan menuntut ilmu yang bersumber dari Al’Qur’an dan As-Sunnah karena dengan ilmu yang dipelajari, mereka akan dapat mengerjakan amal-amal shalih, yang akan mengantarkan mereka ke surga.

Kewajiban menuntut ilmu ini mencakup seluruh individu muslim dan muslimah, baik dia sebagai orang tua, anak, pedagang, karyawan, dosen, doktor, profesor, dan lainya. Yaitu mereka wajib mengetahui ilmu yang berkaitan dengan muamallah mereka dengan Rabb’nya baik tentang tauhid, rukun islam, akhlak, adab dan muamallah dengan makhluk

Makalah yang ada dihaddapan pembaca merupakan makalah berjudul ” ADAB DAN AKHLAK PENUNTUT ILMU.” Dan didalam’nya dijelaskan tentang keutamaan mempelajari adab-adab dalam menuntut ilmu serta beberapa adab-adab islam yang seharusnya terdapat pada para penuntut ilmu. Disini dijelaskan masalah adab-adab menuntut ilmu ini masalah sangatlah penting. sebab, banyak dari penuntut ilmu yang lupa atau tidak menaruh perhatian sama sekali tentang masalah ini sehingga ia menjadi seorang penuntut ilmu yang kaku, kasar, tidak punya adab, bahkan bersikap kurang ajar kepada orang tua dan guru dan ustadz’nya yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepadanya.Wallahul Musta’aan.

Mudah-mudahan amal ini diterima oleh Allah Subhanallah wa ta’aala dan menjadi timbangan amal kebaikan penulis pada hari kiamat. Dan mudah-mudahan dengan kita menuntut ilmu syar’i dan mengamalkannya, Allah Azza wa jalla akan memudahkan jalan kita untuk memasuki surga’nya. Aammin.

Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada rasullulah shallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat.

 

 

Definisi Ilmu,Keutamaan Dan Hukum Mencarinya

Pembahasan Pertama:

Definisi Ilmu Al’ilmu ( Ilmu)

Secara bahasa, Al-Ilmu adalah lawan dari Al’jahl (kebodohan), yaitu mengetahui sesuatu dengan keadaan yang sebenarnya dengan pengetahuan pasti.

Secara istilah, dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa ilmu adalah ma’rifah (pengetahuan) sebagian lawan dari al’jahl (ketidakahuan). Menurut ilama lainnya, ilmu itu lebih jelas dari apa yang diketahui.

Adapun ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i artinya ilmu yang diturunkan Allah kepada rasul-nya berupa keterangan dan petunjuk. Maka ilmu yang terkandung didalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah saja. Nabi shallaahu alaihi wa sallam bersabda: “ barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah,maka dia akan menjadikannya faham tentang agamanya.”

Para ulama terdahulu selalu mengajarkan anak-ank mereka mempelajari adab terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu.

Telah berkata imam sufyan ats-tsauri (wafat th.161 H) rahimahullah mengatakan, ”aku akan mempelajari adab selama 30 tahun kemudian aku menuntut ilmu selama 20 tahun.mereka mempelajari adab sebelum belajar ilmu,” beliau juga mengatakan,” adab itu 2/3 ilmu.”

Imam muhammadbin sirin ( wafat th.110 H) rahimahullah berkata, ”mereka ( salafush shalih) mempelajari petunjuk nabi (tentang adab) sebagaiman mereka belajar ilmu.”

Banyak ulama yang menerangkan bahwa ( hukum) mempelajari teknologi termasuk fardhu kifayah, hal itu disebabkan karena manusia paasti mempunyai peralatan memasak, minum dan selainnya yang bermanfaat bagi mereka.

 

Hadist Yang Berkaitan Dengan Adab Menuntut Ilmu

Rasullulah shallaahu alaihi wa salam bersabda “ barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia melakukan melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya aroma surga pada hari kiamat.  Bahkan orang yang menuntut ilmu bukan karena mengharap wajah Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan dalam neraka untuknya.”

Dalam sebuah hadist yang SHAHIH Rasullulah Shallalahu Alaihi Wa Sallam bersabda ”sesungguhnya orang yang pertama kali diputuskan perkarannya pada hari kiamat adalah sampai sabda beliau dan seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkanya serta membaca Al-Qur’an, ia dihaadpkan dan diberitahukan nikmat-nikmat Allah kepadanya dan ia mengakuinya, lalu ditanyakan kepadanya, ’apa yang kau lakukan padanya?’ ia menjawab, ’aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al qur’an karena-Mu, Allah taala berfirman: “engkau dusta! Akan tetapi engkau mempelajarinya agar orang disebut orang yang berilmu, dan engkau membaca al qur’an agar dikatakan sebagai qari’ dan hal itu sudah kau dapatkan.’kemudian wajahnya diseret hinnga masukkan kedalam neraka…”

’’Apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?hanyalah orang yang berakal yang bisa mengambil pelajaran.” (Q.S.AZ-ZUMAR;9) tidak sama yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu sebagaimana tidak sama orang yang hidup dengan orang mati, orang yang mendengar dengan orang yang tuli, dan orang yang melihat dengan orang yang buta. Ilmu adalah cahaya yang bisa dijadikan petunjuk oleh manusia sehingga mereka bisa keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang. Ilmu menjadi sebab diangkatnya derajat orang-orang yang yang dikehendaki oleh Allah dari kalangan hamba’nya, “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….’(Q.S AL-mujadilah:11)

Diantara keutamaan ilmu yang terpenting adalah sebagai berikut :

1.      Ilmu adalah warisan para nabi

2.      Ilmu itu abadi,sedangkan harta adalah fana (akan sirna)

3.      Pemilik ilmu tidak merasa lelah dalam menjaga ilmu

4.      Dengan ilmu , manusia dapat menjadi para saksi atas kebenaran

5.      Ahli ilmu termasuk salah seorang dari dua golongan ulul amri yang wajib ditaati

6.      Ahli ilmu adalah orang yang melaksanakan perintah Allah ta’ala sampai hari kiamat

7.      Rasullulah SAW tidak pernah mendorong seseorang agar iri kepada orang lain atas suatu nikmat yang telah Allah karuniakan kecuali (atas) dua macam nikmat :

Pertama, mencari ilmu dan mengamalkanya.

Kedua, pedagang yang menjadikan hartanya sebagai alat untuk memperjuangkan islam.

      Dari abdullah bin mas’ud  radiallahu’anhu, ia berkata, rasulullah SAW bersabda: “tidak boleh iri kecuali dalam 2 hal; seseorang diberi harta oleh Allah lalu dia habiskan hartanya itu untuk membela kebenaran, dan seorang yang diberi ilmu oleh Allah lalu ia mengamalkan dan mengajarkan.’’ (al-bukhari)

8.      Ilmu adalah jalan menuju surga , sebagaiman yang ditunjukan oleh hadist abu hurairah radiollahhu’anhu bahwa nabi SAW bersabda: “dan barangsiapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan kesurga.’ (HR.MUSLIM)

9.      Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya faham tentang agamanya ‘bagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadist dari mu’awiyah rodiallahu’anhu.” Rasullulah SAW bersabda “barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan faham tentang agama’nya.” ( telah disebutkan takhrijnya)

10.  Orang yang berilmu adalah cahaya yang menerangi manusia dalam urusan agama dan dunia mereka

11.  Sesungguhnya Allah akan mengangkat derjat ahli ilmu di akhirat dan juga dunia. “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang=orang yang berilmu beberapa derjat.” (QS. AL –MUJAADILAH:11)

 

 

 

 

Adab – Adab Yang

Harus Dilakukan Oleh Penuntut Ilmu

1.      Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah ta’ala, mencari ilmu untuk mendapatkan wajah Allah dan negeri akhirat.

2.      Menghilangkan kebodohan dari dirinya dan diri orang lain.

3.      Hikmah (bijaksana)

4.      Seorang penuntut ilmu harus sabar dalam belajar dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan rindu mendapatkannya

5.      Memohon kepada Allah mendapatkan ilmu yang bermanfaat

6.      Menjaukan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah AZZA WA JALLA.

7.      Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu terhadap menuntut ilmu

8.      Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh, atau guru

9.      Diam ketika pelajaran disampaikan

10.  Berusaha memahami ilmu syar’I yang disampaikan

11.  Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan

12.  Mengikat ilmu dengan tulisan

13.  Mengamalkan ilmu syar’I yang telah dipelajari

14.  Mendakwahkan ilmu.

 

 

Hal Yang Menghalangi    Tercapainya Ilmu Dan Beberapa    Kesalah  Yang Wajib Dijauhi

1.      Hasad (dengki/iri) artinya membenci datangnya nikmat Allah kepada orang lain dengki akan mengurangi pahala seseorang dalam mencari ilmu, memperlemah hafalannya, dan mengurangi konsentrasinya dalam menghadiri dan memahami ilmu.

2.    Berfatwa tanpa ilmu

3.       Kibr (sombong) seorang thalibul ilmu ( pencari ilmu) harus tunduk kepada kebenaran, harus taslim ( menerima), tidak boleh sekali-kali menolak kebenaran  dengan rayu’nya, hawa nafsunya, atau lainya. Apabila disampaikan Al’qur’an dan Sunnah, orang yang sombong tidak akan masuk surga.

4.      Fanatik terhadap madzhab dan pendapat, penuntut ilmu harus menghindari sikap berkelompok dan bergolongan-golongan dimana ia mengikuti loyalitas (kecintaan) kepada kelompok  tertentu atau golongan tertentu.

5.      Merasa mampu (‘alim) sebelum layak ( berlagak sok alim), merasa dirinya sudah menguasai ilmu syar’I lalu berani ceramah, mengajar, berdakwah, tabligh, dan lainnya (pada hakekatnya mereka adalah da’I gadungan).

6.      Buruk sangka

7.      Bertengkar dan debat kusir masalah syari’at karena itu adalah cara-cara ahlul bid’ah pelakunya tidak mempunyai pendapat yang tetap setiap harinya punya pendapat terbaru.

8.      Penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usaha untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. FUTUR yaitu rasa malas, enggan, lamban, dan tidak semangat padahal sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

 

 

 

 

Kesimpulan

Menuntut ilmu agama merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim. Sebab bagaimana mungkin seseorang dapat melaksanakan kewajiban agamanya jika tidak dilandasi dengan pengetahuan tentangnya. Beraqidah benar, shalat dan puasa tidak dapat dilakukannya sesuai kehendak allah azza wa jalla jika tidak dia pelajari tata caranya. seorang penuntut ilmu harus mempunyai adab-adab dalam menuntut ilmu, serta beberapa aadab-adab islam yang seharusnya terdapat pada para penuntut ilmu.

Masalah ini sangat penting. sebab, banyak dari penuntut ilmu yang lupa atau tidak menaruh perhatian sama sekali tentang masalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

Sebagai penututp, kembali menasehatkan bahwa seorang penutut ilmu harus senantiasa bertaqwa kwpada allah swt. Dimanapun ia berada, melaksanakan perintah-perintah alllah ta’ala dan menjauhi larangan-larangan allah ta’ala dan rosulnya, dan juga harus selalu merasa di awasi oleh Allah swt. Demikianlah adab-adab dan beberapa hal yang wajib diketahui oleh setiap penuntut ilmu, semoga bermanfaat bagi penulis dan kaum muslimin. Apabila ada kebaikan di dalam makalah ini, itu semata-ata karena taufik dan pertolongan allah ta’ala dan apabila ada kesalahan, maka datangnya dari kekurangan kami dan dari syaitan. Akhirnya kami berharap smga mkalah ini diterima disisi Allah ta’ala sebagai amal shaleh. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah saw. kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.            Al- Qur’an dan terjemahnya

2.            Kitabul’ilmi syarah hilyah thaalibil’ilmi Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

3.            Adab dan akhlak menuntut ilmu,  Yazid Bin Abdul Qadir Al-Jawas. Cetakan ke 3, pustaka at-taqwa

4.            Panduan lengkap menuntut ilmu, Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin. Cet.1, pustaka ibnul katsir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar